RAKYATCIREBON.DISWAY.ID – Toyota Veloz Hybrid EV akhirnya muncul juga di Indonesia, tepatnya di Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025 di ICE BSD, Tangerang. Buat Toyota Astra Motor, ini langkah besar untuk memperluas lini mobil listriknya, apalagi dengan konsep “Hybrid EV untuk Semua”.
Veloz Hybrid EV pakai mesin bensin 2NR-VEX 1.5L (1496 cc), digabung sama sistem hybrid dan transmisi CVT. Tenaganya mentok di sekitar 105 hp.
Mesin ini jelas melihat efisiensi bahan bakar dan emisi rendah, jadi cocok untuk yang peduli lingkungan tapi tetap membutuhkan mobil harian.
Soal keamanan, Toyota nggak main-main. Mereka kasih paket lengkap Veloz Hybrid EV: 6 airbag, ABS, EBD, Brake Assist, Vehicle Stability Control, Hill-start Assist, kamera belakang, ISO-FIX, hingga sensor parkir. Semua fitur ini membuat Veloz Hybrid EV jadi salah satu LMPV paling aman di kelasnya.
Interior & Fitur
Masuk ke bagian dalam, konsumen akan langsung familiar karena desain interiornya mirip dengan versi mesin konvensional. Bedanya, sekarang nuansa serba hitam lebih terasa dibandingkan model lama yang ada sentuhan putihnya. Joknya juga memakai warna hitam dengan aksen putih, simpel namun tetap elegan.
Yang bikin menonjol, di varian Q Modellista ada head unit 10 inci, lebih besar dibandingkan varian V yang cuma dapat layar 9 inci. Layar di varian Q ini sudah bisa Android Auto dan Apple CarPlay.
Praktis sih, meski tampilannya masih terasa ketinggalan zaman. Sejujurnya, kalau dibandingkan produk-produk dari Tiongkok, bagian ini agak bikin kecewa buat konsumen Toyota.
Ada juga panorama 360 derajat, sayangnya kualitas kameranya biasa-biasa saja. Buat yang suka detail, pasti agak kecewa bagian head unit dan sistem hiburan kayaknya jadi kandidat pertama buat diganti.
Namun, harus diakui, layar ini tetap membawa beberapa fitur praktis. Misalnya, bisa baca kartu uang elektronik (Mandiri, BCA), ada browser internet, saluran TV digital, dan konten audio digital.
Fitur T-intouch juga terhubung di sini, gratis selama tiga tahun. Lewat fitur ini, pengguna bisa mengontrol mobil langsung dari HP, lebih praktis dan aman.
Salah satu hal yang bikin Veloz HEV menarik, ya digital meter cluster 7 inci itu. Masih mirip sama varian mesin ICE, namun kini ada tambahan info seputar alur energi yang lagi dipakai. Ada juga info adaptive cruise control ADAS, fitur baru yang cukup keren.
Kalau bicara varian Modellista, ada tambahan hiburan kursi belakang sama inflator ban buat menambah kenyamanan. Fitur-fitur lain yang dulu sudah ada di model ICE, kayak EPB dengan auto hold, wireless charging, auto A/C tanpa arah semburan, sama tombol start stop yang sekarang berwarna biru, juga tetap hadir di sini. Double blower, dua port USB A di baris kedua semua ada.
Sayangnya, tidak banyak lagi hal menarik dari interior low MPV ini. Kesan premiumnya tidak terlalu terasa, bahan soft touch pun jarang ditemui. Baris ketiga juga nggak dapat tambahan kenyamanan apa-apa.
Toyota memang kasih pilihan aksesori lewat Toyota Customization Option (TCO) buat yang mau keluar duit lebih, misalnya air purifier, rumah kaca spion ala karbon, sama DVR. Lumayan sih, setidaknya ada usaha buat nambah value kenyamanan di low MPV ini.
Eksterior Canggih
Soal desain, jujur saja, Toyota nggak kasih banyak perubahan. Buat yang udah lama nunggu, pasti agak kecewa. Model barunya ini ternyata mirip banget sama versi sebelumnya, khususnya generasi ketiga yang pakai platform TNGA sejak 2021.
Yang paling gampang dikenali, apalagi buat orang awam, cuma emblem HEV kecil di pintu belakang. Sejujurnya, ini bikin Toyota kelihatan kurang pede sama teknologi hybrid mereka sendiri. Beda banget sama beberapa merek lain yang justru pamer fitur elektrifikasinya.
Balik lagi ke desain, Toyota sebenarnya bilang ada beberapa detail yang diubah, tapi ya, mesti benar-benar diperhatikan. Bedanya dengan versi konvensional, ornamen krom yang biasanya mencolok sekarang diganti dark chrome.
Katanya sih biar tampak lebih tegas dan eksklusif. Grille depan juga berubah: varian Q dapat sentuhan black piano finish, sedangkan versi Modellista yang paling mahal pakai warna doff. Housing lampunya juga sekarang hitam.
Varian Modellista ini memang yang paling beda. Ada bodykit yang bikin mobil kelihatan lebih gagah, walaupun buat sebuah low MPV jadi kelihatan agak “berlebihan.”
Mungkin bakal lebih menarik kalau pakai gaya GR yang sporty, tapi ya, itu soal selera masing-masing. Selain itu, ada kombinasi two tone body dengan roof rail silver dan over fender hitam, jadi kesannya kayak SUV tangguh
Di bagian samping, ada side skirt dengan logo Modellista, cover foglamp yang lebih panjang, tambahan di bemper belakang, dan bagian bawah bodi pakai warna hitam doff. Paling akhir, pelek 17 inci dengan finishing hitam glossy yang bikin tampilannya makin beda.
Secara ukuran, Veloz HEV punya dimensi 4.475 mm panjang, 1.750 mm lebar, dan tinggi 1.700 mm. Khusus varian Modellista, bodinya sedikit lebih besar panjangnya 4.512 mm dan lebarnya 1.780 mm semua gara-gara tambahan bodykit. Jarak sumbu rodanya 2.750 mm, dan ground clearance-nya 205 mm.
Lanjut ke bagian luar, Toyota kasih beberapa pilihan warna buat konsumen. Buat varian standar, V dan Q, ada empat warna monotone: platinum white pearl (ini yang premium), silver metallic, dark red mica, dan hitam.
Sementara varian Modellista, baik Q maupun Q TSS, dapat tiga pilihan warna dual tone. Ada kombinasi putih dan hitam (yang ini juga premium), silver & black, serta merah & hitam.
Jujur aja, tampilan luar Veloz Hybrid nggak terlalu spesial. Toyota kayaknya sengaja bikin simpel, mungkin biar harganya nggak melambung. Padahal, sebenarnya bisa saja mereka tambahin beberapa detail biar nuansa “elektrifikasi”-nya lebih berasa.
Misalnya, pasang emblem hybrid di beberapa titik, logo dengan aksen biru, atau opsi warna bodi yang lebih cerah, supaya makin kelihatan beda dan jadi ciri khas Veloz Hybrid dibanding versi sebelumnya.